Seberapa kecilkah dunia kecil? (1)

Beberapa hari yang lalu diberitakan bahwa sebuah riset menemukan derajat keterpisahan (degrees of separation) bukan lagi 6 tetapi 4,74. Artinya, jumlah pertemanan yang diperlukan untuk menghubungkan dua orang yang tak saling kenal bukan lagi 6, tetapi 4. Saya menghabiskan beberapa tahun meneliti soal ini sehingga saya ingin berkomentar.

Soal angka pasti derajat keterpisahan.

Sebutan six degrees of separation adalah judul sebuah pertunjukan teater – yang selanjutnya difilmkan juga – yang mengambil ide dari riset dunia kecil yang dilakukan oleh si genius Stanley Milgram. Pada tahun 1960an Milgram membuat eksperimen dimana peserta eksperimen harus mengirimkan pesan (yang dikirim menggunakan pos) ke seseorang yang disebut target. Milgram menemukan bahwa rata-rata diperlukan 6 lompatan agar pesan tersebut sampai ke target. Hasil inilah yang digunakan oleh John Guarre sebagai judul pertunjukan teater Broadway.

Riset-riset berikutnya menunjukkan memang derajat keterpisahan berkisar diantara 6. Tetapi, ini penting, sebetulnya tidak ada alasan teoritis kenapa harus 6. Yang penting adalah bukan angka pasti derajat keterpisahan itu, tetapi derajat keterpisahan haruslah kecil jika dibanding total populasi. Jadi jika kita berbicara populasi dunia 7 milyar orang, angka 100 pun sebetulnya masih bisa dianggap kecil.

Secara teknis, yang penting soal derajat keterpisahan adalah: derajat keterpisahan bertambah seiring dengan jumlah populasi dalam skala logaritmik. Untuk ilustrasi lihat gambar dibawah.

Sumbu horizontal adalah jumlah populasi, sumbu vertikal adalah derajat keterpisahan. Terlihat ada dua kurva pertumbuhan: garis putus-putus adalah pertumbuhan linear, sedangkan garis penuh adalah pertumbuhan logaritmik. Jika derajat keterpisahan tumbuh secara linear, maka semakin besar populasinya akan semakin besar pula derajat keterpisahannya. Tetapi, jika tumbuhnya secara logaritmik, meskipun semakin besar populasi, pada titik tertentu pertumbuhan derajat keterpisahan akan melambat. Artinya meskipun populasi menjadi besar sekali, derajat keterpisahan tidak berubah banyak.

Jadi secara teknis, angka derajat keterpisahan bisa berapa saja asal  mengikuti pertumbuhan logaritmik.

OK, angka pasti derajat keterpisahan tidak terlalu penting. Tapi kan riset ini pasti memberitahu kita sesuatu? Misalnya,

Dulu 6 sekarang 4, apakah itu berarti dunia semakin kecil?

Bisa iya, bisa juga tidak. Kalo untuk ‘iya’, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa revolusi digital membuat dunia semakin kecil. Tapi mengapa bisa ‘tidak’?

Riset ini dilakukan dengan menggunakan data facebook. Btw, ini adalah contoh bagaimana perusahaan digital sekarang memiliki data penting & menarik dalam jumlah besar, dan sebagian mampu memanfaatkannya secara keren.

Karena riset hanya menggunakan data facebook, bisa saja angka 4 ini merupakan “derau” dari estimasi derajat keterpisahan. Misalnya, data ini bisa memiliki bias karena facebook adalah tempat orang berteman. Artinya, facebook adalah jejaring sosial unik dimana setiap orang cenderung berteman dengan orang lain. Secara teknis, bisa dilihat dari gambar berikut:

Di gambar sebelah kiri, A berteman dengan B dan C sehingga membentuk segitiga terbuka. Facebook tempat berteman artinya jika A berteman dengan B dan C maka kemungkinan besar B dan C berteman juga; sehingga membentuk segitiga tertutup seperti gambar disebelah kanan. Jadi facebook bias karena lebih banyak segitiga tertutup dibanding segitiga terbuka. Dalam jargon sains jejaring sosial, bertemannya B dan C ini disebut juga sebagai triadic closure.

Jadi riset dari facebook yang menyatakan derajat keterpisahan adalah 4 bisa jadi hanya berlaku di tempat dimana lebih banyak segitiga tertutup seperti facebook itu sendiri. Jejaring sosial secara umum dapat memiliki lebih banyak segitiga terbuka sehingga derajat keterpisahannya semakin besar juga.

Riset yang menggunakan data facebook ini adalah riset observasi dimana periset menghitung rata-rata derajat keterpisahan untuk seluruh jejaring sosial di facebook. Tetapi ingat bahwa riset orisinalnya oleh Milgram maupun tim kami dulu di Columbia adalah riset eksperimen; dimana peserta diminta secara aktif mengirimkan pesan ke seorang target. Perbedaan ini juga memberikan perbedaan interpretasi soal derajat keterpisahan ini. Tapi ini bahan untuk posting berikutnya.


 

3 thoughts on “Seberapa kecilkah dunia kecil? (1)

  1. Catatan yang menarik, Prof. Berkaitan dengan agregasi data dalam jumlah besar menggunakan teknologi, saya sedang mengerjakan proyek info monitoring yang efek sampingnya adalah data mining. Sekarang baru dijalankan sebagai beta testing dengan cakupan waktu tiga tahun ke belakang untuk menghasilkan issue/ topical maping, influencers/key opinion leader mapping maupun relation graph. Obyeknya adalah online media serta social media berbahasa Indonesia. Kapan-kapan saya mau tunjukkan & dengarkan komentar Prof. Roby.

  2. Pingback: Seberapa kecilkah dunia kecil? (2) | Roby Muhamad

Comments are closed.