Seberapa kecilkah dunia kecil? (2)

Dari pembahasan sebelumnya, kita sudah bahas mengenai tidak adanya alasan teoritis mengapa derajat keterpisahan harus berupa suatu angka, misalnya 6 atau 4. Juga kita telah bahas kemungkinan bias yang terjadi ketika menggunakan jejaring sosial facebook.

Dalam studi terakhir pengukuran derajat keterpisahan digunakan jejaring sosial facebook yang terdiri dari sekitar 721 juta pengguna dan sekitar 69 milyar relasi pertemanan (untuk analisis mereka menggunakan hanya satu(!) buah komputer 24-core dengan RAM 72GB dan hard drive sebesar 1TB) . Dengan data ini mereka mengukur jarak rata-rata yang diperlukan untuk menghubungkan dua akun pengguna. Hasilnya diperoleh sekitar 4 derajat keterpisahan.

Metode pengukuran tersebut berbeda dengan metoda pengukuran derajat keterpisahan dengan eksperimen; metode eksperimen inilah yang digunakan oleh Milgram dan studi-studi lanjutannya (metode ini selanjutnya dikenal sebagai metode dunia kecil).

Ketika metode eksperimen dunia kecil digunakan, hasil yang diperoleh bukan saja adanya rantai pertemanan yang pendek antar dua orang melainkan juga fakta bahwa orang dapat menemukan rantai pendek tersebut.

Jadi sebetulnya ada dua aspek yang saling berhubungan dengan dunia kecil ini. Pertama adalah masalah struktur dimana pertanyaannya adalah apakah ada rantai pendek menghubungkan dua orang? Kedua, masalah algoritmik yang bertanya apakah orang dapat menemukan rantai pendek tersebut? Jikapun rantai pendek ada, belum tentu orang dapat menemukannya karena pengetahuan individu terbatas hanya pada jejaring lokal individu tersebut; padahal untuk tahu sebuah rantai pendek perlu pengetahuan jejaring global.

Jika kita fokus pada dunia kecil versi algoritmik, maka kita telah pergi dari masalah struktural dunia kecil ke masalah dinamika penyelesaian masalah secara kolektif. Dengan kata lain, dari social network ke social networking.

Masalah social networking ini masih belum banyak diteliti. Padahal ini masalah penting dimana permasalahan disini adalah bukan lagi soal apa struktur jejaring sosial, tapi soal bagaimana individu dapat memanfaatkan jejaring sosial. Jika kita mengetahui bagaimana individu bisa menggunakan jejaring sosial untuk berbagai tujuan (misalnya mobilisasi, pencarian, atau penyelesaian masalah kolektif lainnya), maka kita sudah masuk ranah aplikasi jejaring sosial yang signifikan untuk bisnis, kebijakan publik, atau masalah individu sehari-hari.

Jadi, menurut saya, jika angka derajat keterpisahan berubah-ubah bukanlah hal yang mengejutkan; selama angkanya kecil dibanding ukuran populasinya maka ia memberikan informasi yang sama yaitu adanya rantai pendek. Yang lebih menarik dan penting ditelaah adalah bagaimana individu dapat menemukan dan mengakses rantai pendek ini; dengan kata lain, riset dunia kecil versi algoritmiklah yang berkemungkinan besar memberi kita pengetahuan baru.

Referensi:

Riset pengukuran derajat keterpisahan di facebook dapat dibaca detailnya disini: http://arxiv.org/abs/1111.4570.

Pembahasan metode eksperimen dunia dunia kecil diantaranya ada di:

 

3 thoughts on “Seberapa kecilkah dunia kecil? (2)

  1. Pingback: Seberapa kecilkah dunia kecil? (1) | Roby Muhamad

Comments are closed.