Trik studi menggunakan media sosial

Studi ilmiah yang pertama saya lakukan adalah melakukan eksperimen di Internet untuk mentest hipotesa dunia kecil. Kita berhasil merekrut lebih dari 66 ribu orang dari 166 negara dan  memperoleh hasil bahwa media panjang rantai yang dibutuhkan untuk menghubungkan dua orang adalah tujuh.

Tetapi ada penemuan lain yang mungkin lebih menarik. Kita menemukan bahwa puluhan ribu orang yang berpartisipasi mengerjakan eksperimen kita saat jam kerja di kantor. Artinya, mereka ini adalah orang-orang yang harusnya bekerja di depan komputer, tapi menemukan eksperimen kita lebih menarik daripada pekerjaannya sehingga memilih ikutan eksperimen.

Inilah yang disebut oleh Jonah Peretti sebagai jejaring pekerja bosan. Di dunia ini ada jutaan pekerja di depan komputer yang bosan bekerja, dan akan senang jika “diganggu” beberapa menit untuk sesuatu yang fun dan menarik. Nah, triknya adalah bagaimana kita memanfaatkan para pekerja bosan dengan membuat mereka ikut serta dalam studi kita. Studinya memang harus dibikin menarik, tapi standarnya rendah karena mereka sedang bosan; jadi sedikit menarik saja sudah cukup. Untuk Indonesia, orang-orang bosan ini mungkin tidak di depan komputer tapi menggenggam telepon seluler. Entah bosan karena macet, menunggu rapat yang tidak dimulai-mulai saja, atau janji surga untuk ketemu tepat waktu.

Jadi prinsip utama eksperimen media sosial ini membuat studi cukup menarik sehingga para jutaan pekerja bosan ini mau memberikan beberapa menit dalam hidupnya untuk untuk ilmu pengetahuan, tanpa mereka sadari.

Selamat mencoba.