Ilmuwan = pengusaha kecil?

Kebanyakan orang berpikir bahwa dunia ilmu pengetahuan berbeda dengan dunia bisnis: yang pertama fokus pada pemuasan rasa ingin tahu manusia untuk mengerti alam, dan yang kedua fokus pada pengumpulan profit. Tetapi praktek sains modern saat ini sepertinya mendorong dunia sains menjadi seperti dunia bisnis.

Dalam sebuah artikel yang membahas ini,

Dr. Ness likens scientists today to small-business owners, rather than people trying to satisfy their curiosity about how the world works. “You’re marketing and selling to other scientists,” she said. “To the degree you can market and sell your products better, you’re creating the revenue stream to fund your enterprise.”

Akibat dari dorongan kompetisi yang berlebihan ini, artikel tersebut melaporkan bahwa kecurangan diantara ilmuwan semakin meningkat akhir-akhir ini.

Ilmuwan tidak berbeda seperti pengusaha kecil, tapi yang dikumpulkan bukan uang melainkan artikel ilmiah. Malah di beberapa negara seperti Cina, India, dan republik kita tercinta ini, secara eksplisit disediakan insentif uang tunai untuk setiap artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal ilmiah top.

Bagi mereka yang tertarik dunia sains mutakhir, ada baiknya anda membaca artikel lengkapnya disini:

Rise in Scientific Journal Retractions Prompts Calls for Reform – NYTimes.com.

Kompetisi tentunya salah satu aspek penting dalam perkembangan pengetahuan manusia. Tetapi ini salah satu akibat jika kita terobsesi hanya pada kompetisi saja. Baca juga  ini dan ini yang memberikan paparan bahwa kompetisi bukan segalanya dalam dunia modern ini.