Tentang Curiosity

Yang pernah mengobrol tentang sains sama saya pasti hafal bahwa buat saya curiosity adalah pendorong utama hidup saya. Meskipun curiosity (saya masih belum menemukan terjemahan Indonesia yang pas, keingintahuan atau kepo?) penting tetapi apa sebenarnya curiosity itu belum terlalu jelas buat saya.

Jadi ketika saya menemukan buku berjudul Curiosity karya Philip Ball, saya langsung membelinya tanpa pikir panjang. Btw, saya pertama kali mengenal Philip Ball dengan bukunya Critical Mass dan kagum akan kemampuan dia menangkan esensi sains jejaring dalam bahasa popular. Dia seorang penulis sains bagus.

Kembali ke curiosity, di awal buku Curiosity dibahas bahwa ternyata ada dua pengertian curiosity yang keduanya saling bertentangan.

Pengertian pertama, curiosity diartikan sebagai motivasi para saintis dan peneliti untuk mengerti bagaimana sesuatu bekerja. Mengerti bisa diartikan sebagai menjinakkan. Jadi curiosity adalah salah satu cara untuk menaklukan dunia.

Tetapi ada pengertian lain dari curiosity yang dituliskan oleh Michel Foucault. Kutipannya begini:

Curiosity is a vice that has been stigmatized in turn by Christianity, by philosophy, and even by a certain conception of science. Curiosity, futility. The word, however, pleases me. To me it suggests something altogether different; it evokes ‘concern’; it evokes the care one takes for what exists and could exist; a readiness to find strange and singular what surround us; a certain readiness to break up our familiarities and to regard otherwise the same things; a fervor to grasp what is happening and what passes; a casualness in regard to the traditional hierarchies of the important and the essential.

Menurut Foucault, curiosity adalah sesuatu yang liar, aneh, misterius membuat kita berkhayal dan berimajinasi kemana-mana. Kebalikan dari arti curiosity yang menganggapnya sebagai usaha untuk mengerti dan mengkontrol dunia. Di satu sisi curiosity sebagai sekaligus keindahan dan hasrat tak terbendung. Sisi lainnya, curiosity sebagai mesin pengetahuan dan kekuasaan.

Bukunya Philip Ball ini berusaha menjawab pertanyaan mengapa terdapat dua pengertian curiosity yang saling bertolak belakang? Dapatkah kedua pengertian tersebut disatukan? Bagaimana sejarah pengertian-pengertian curiosity?

Saya sendiri baru mulai membacanya. Tapi dari dua interpretasi curiosity di atas, menurut anda interpretasi mana yang lebih anda pilih?

 

2 thoughts on “Tentang Curiosity

Comments are closed.